Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2011

DIARE AKUT


DIARE AKUT

PENDAHULUAN
Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200 ml/24 jam. Definisi lain memakai kriteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. Buang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah.
Diare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari, sedang diare kronik yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Diare dapat disebabkan infeksi maupun non infeksi. Dari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi. Diare infeksi dapat disebabkan Virus, Bakteri, dan Parasit.
Diare akut sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, tidak saja di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa) dengan penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. 

MASALAH BIOETIS


BAB I.                       PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang

Bebagai masalah etis yang dihadapi perawat dalam praktik keperawatan telah menimbulakan konflik antara kebutuhan pasien dengan harapan perawat dan falsafah keperawatan. Masalah etika keperawatan pada dasarnya merupakan masalah etika kesehatan, dalam kaitan ini dikenal istilah masalah etika biomedis atau bioetis. Istilah bioetis mengandung arti ilmu yang mempelajari masalah masalah yang timbul akibat kemajuan ilmu pengetahuan terutama dibidang biologi dan kedokteran.
Untuk mmecahkan berbagai masalah bioetis, telah dibentuk organisasi internasional. Para ahli telah mngidentifikasi masalah bioetis yang dihadapi oleh para tenaga kesehatan, termasuk juga perawat. Permasalahan etis yang dibahas secara singkat disini adalah berkata jujur, AIDS, Abortus, menghentikan pengobatan cairan dan makanan, eutanasia, transplantasi organ, kloning, bayi tabung atau insemenasi buatan, adapun yang akan dibahas pertama disini adalah transfusi darah (Lanuer, 1983:12).

PELAYANAN KESEHATAN

 
BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Jaminan mutu layanan kesehatan atau Quality Assurance in Healthcare merupakan salah satu upaya yang sangat penting serta mendasar dalam memberikan layanan kesehatan kepada pasien, baik perorangan ataupun kelompok, oleh karena itu pemberi pelayanan diharuskan selalu berupaya memberikan layanan kesehatan yang terbaik dan bermutu.
Upaya peningkatan jaminan mutu layanan kesehatan telah menjadi sesuatu yang sistematik serta terus menerus dievaluasi dan disempurnakan. Upaya peningkatan ini menjadi sangat penting sewaktu melakukan evaluasi layanan kesehatan, fasilitasi hubungan antara pemilik layanan kesehatan dengan asuransi kesehatan dan saat menghitung nilai uang yang telah dibelanjakan untuk membeli layanan kesehatan itu.

Rabu, 09 November 2011

ATELEKTASIS PARU


From: hery blogger
BAB I
PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG
Atelektasis berkenaan dengan kolaps dari bagian paru. Kolaps ini dapat meliputi subsegmen paru atau seluruh paru. Atelektasis dapat terjadi pada wanita atau pria dan dapat terjadi pada semua ras. Atelektasis lebih sering terjadi pada anak yang lebih muda daripada anak yang lebih tua dan remaja. (1)
Stenosis dengan penyumbatan efektif dari suatu bronkus lobar mengakibatkan atelektasis (atau kolaps) dari suatu lobus, dan radiograf akan menunjukkan suatu bayangan yang homogen dengan tanda pengempisan lobus. Secara patologik, hampir selalu ada pula kelainan-kelainan lain di samping tidak adanya udara daripada lobus dan posisi yang disebabkannya daripada dinding-dinding alveolar dan bronkhiolar. (2)

Selasa, 08 November 2011

ASKEP DEMAM THYPOID


Asuhan  Keperawatan
A.    Pengkajian
1.      Identitas
Didalam identitas meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, pendidikan, no. Registerasi, status perkawinan, agama, pekerjaan, tinggi badan, berat badan, tanggal MR.
2.      Keluhan Utama
pada pasien Thypoid biasanya mengeluh perut merasa mual dan kembung, nafsu makan menurun, panas dan demam.
3.      Riwayat Penyakit Dahulu
Apakah sebelumnya pasien pernah mengalami sakit Thypoid, apakah tidak pernah, apakah menderita penyakit lainnya.